Deskripsi Bandung



BANDUNG JUARA !!

 Hasil gambar untuk gambar kota bandung

Deskripsi Bandung

BANDUNGKota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek danGerbangkertosusila (Grebangkertosusilo). Di kota yang bersejarah ini, berdiri sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool te Bandoeng – TH Bandung, sekarang Institut Teknologi Bandung – ITB), menjadi ajang pertempuran di masa kemerdekaan, serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955, suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.
Pada tahun 1990 kota Bandung menjadi salah satu kota paling aman di dunia berdasarkan survei majalah Time.
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada jaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Dan pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.



GEOGRAFI
Kota Bandung dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya bagaikan sebuah mangkok raksasa, secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.
Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir terutama padamusim hujan.
Keadaan geologis dan tanah yang ada di kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman kwartier dan mempunyai lapisan tanah alluvial hasil letusan Gunung Tangkuban Parahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol begitu juga pada kawasan dibagian tengah dan barat, sedangkan kawasan dibagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan tanah liat.
Semetara iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembab dan sejuk, dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan.


SEJARAH
 Hasil gambar untuk sejarah kota bandung

Kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Berdasarkan filosofi Sunda, kata “Bandung” berasal dari kalimat “Nga-Bandung-an Banda Indung”, yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung nilai ajaran Sunda. Nga-“Bandung”-an artinya menyaksikan atau bersaksi. “Banda” adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati. “Indung” adalah Bumi, disebut juga sebagai “Ibu Pertiwi” tempat “Banda” berada. Dari Bumi-lah semua dilahirkan ke alam hidup sebagai “Banda”. Segala sesuatu yang berada di alam hidup adalah “Banda Indung”, yaitu Bumi, air, tanah, api, tumbuhan, hewan, manusia dan segala isi perut bumi. Langit yang berada diluar atmosfir adalah tempat yang menyaksikan, “Nu Nga-Bandung-an”. Yang disebut sebagai Wasa atau Sanghyang Wisesa, yang berkuasa di langit tanpa batas dan seluruh alam semesta termasuk Bumi. Jadi kata Bandung mempunyai nilai filosofis sebagai alam tempat segala makhluk hidup maupun benda mati yang lahir dan tinggal di Ibu Pertiwi yang keberadaanya disaksikan oleh yang Maha Kuasa.
Kota Bandung secara geografis memang terlihat dikelilingi oleh pegunungan, dan ini menunjukkan bahwa pada masa lalu kota Bandung memang merupakan sebuah telaga atau danau. LegendaSangkuriang merupakan legenda yang menceritakan bagaimana terbentuknya danau Bandung, dan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, lalu bagaimana pula keringnya danau Bandung sehingga meninggalkan cekungan seperti sekarang ini. Air dari danau Bandung menurut legenda tersebut kering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sangkyang Tikoro.
Daerah terakhir sisa-sisa danau Bandung yang menjadi kering adalah Situ Aksan, yang pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat berpariwisata, tetapi saat ini sudah menjadi daerah perumahan untuk pemukiman.
Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.
Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha pada tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.
Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.
Pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama “Concordia” (Jl. Asia Afrika, sekarang), berseberangan dengan Hotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama kalinyaKonferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.


KEPENDUDUKAN


Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi oleh etnis Sunda, sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan etnis lainnya.
Pertambahan penduduk kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada sarana transportasi Kereta api yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta (sebelumnya bernama Batavia). Pada tahun 1941 tercatat sebanyak 226.877 jiwa jumlah penduduk kota ini kemudian setelah peristiwa yang dikenal dengan Long March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah dimana pada tahun 1950 tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa.
PEMERINTAHAN
Dalam administrasi pemerintah daerah, kota Bandung dipimpin oleh wali kota. Sejak 2008, penduduk kota ini langsung memilih wali kota beserta wakilnya dalam pilkada, sedangkan sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kotanya.
Wilayah Kota Bandung dibagi menjadi 30 kecamatan dan 153 kelurahan

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bandung
• Andir
• Antapani
• Arcamanik
• Astanaanyar
• Babakanciparay
• Bandung Kidul
• Bandung Kulon
• Bandung Wetan
• Batununggal
• Bojongloa Kaler
• Bojongloa Kidul
• Buahbatu
• Cibeunying Kaler
• Cibeunying Kidul
• Cibiru
• Cicendo
• Cidadap
• Cinambo
• Coblong
• Gedebage
• Kiaracondong
• Lengkong
• Mandalajati
• Panyileukan
• Rancasari
• Regol
• Sukajadi
• Sukasari
• Sumurbandung
• Ujungberung

PERWAKILAN
Sesuai konstitusi yang berlaku DPRD kota Bandung merupakan representasi dari perwakilan rakyat, pada Pemilu Legislatif 2004 sebelumnya anggota DPRD kota Bandung berjumlah 45 orang. Sesuai dengan perkembangan dan pertambahan penduduk maka pada Pemilu Legislatif 2009 anggota DPRD kota Bandung bertambah menjadi 50 orang, yang kemudian tersusun atas perwakilan delapan partai, dan terdiri atas 41 lelaki dan 9 perempuan.
PENDIDIKAN
Kota Bandung merupakan salah satu kota pendidikan, dan Soekarno, presiden pertama Indonesia, pernah menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda pada masa pergantian abad ke-20.
Pendidikan formal
SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 1023 250 184 25 96 130

Data sekolah di kota Bandung
 Hasil gambar untuk gambar sekolah kota bandung

• SMA Negeri 1 Bandung
• SMA Negeri 2 Bandung
• SMA Negeri 3 Bandung
• SMA Negeri 4 Bandung
• SMA Negeri 5 Bandung
• SMA Negeri 6 Bandung
• SMA Negeri 7 Bandung
• SMA Negeri 8 Bandung
• SMA Negeri 9 Bandung
• SMA Negeri 10 Bandung
• SMA Negeri 11 Bandung
• SMA Negeri 12 Bandung
• SMA Negeri 13 Bandung
• SMA Negeri 14 Bandung
• SMA Negeri 15 Bandung
• SMA Negeri 16 Bandung
• SMA Negeri 17 Bandung
• SMA Negeri 18 Bandung
• SMA Negeri 19 Bandung
• SMA Negeri 20 Bandung
• SMA Negeri 21 Bandung
• SMA Negeri 22 Bandung
• SMA Negeri 23 Bandung
• SMA Negeri 24 Bandung
• SMA Negeri 25 Bandung
• SMA Negeri 26 Bandung
• SMA Negeri 27 Bandung

KESEHATAN

Sebagai ibukota provinsi Jawa Barat, kota Bandung memiliki sarana pelayanan kesehatan yang paling lengkap di provinsi ini. Sampai tahun 2007, kota Bandung telah memiliki 30 unit rumah sakit dan 70 unit puskesmas yang tersebar di kota ini, di mana dari 17 unit rumah sakit tersebut diantaranya telah memiliki 4 pelayanan kesehatan dasar sedangkan selebihnya merupakan rumah sakit khusus. Pelayanan kesehatan dasar tersebut meliputi pelayanan spesialis bedah, pelayanan spesialis penyakit dalam, pelayanan spesialis anak serta pelayanan spesialis kebidanan dan kandungan.
Dari jumlah tenaga medis yang tercatat di kota Bandung dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 86 orang tenaga medis untuk melayani 100.000 penduduk.

Perhubungan
Sampai pada tahun 2004, kondisi transportasi jalan di kota Bandung masih buruk dengan tingginya tingkat kemacetan serta ruas jalan yang tidak memadai, termasuk masalah parkir dan tingginya polusi udara. Permasalahan ini muncul karena beberapa faktor diantaranya pengelolaan transportasi oleh pemerintah setempat yang tidak maksimal seperti rendahnya koordinasi antara instansi yang terkait, ketidakjelasan wewenang setiap instansi, dan kurangnya sumber daya manusia, serta ditambah tidak lengkapnya peraturan pendukung.

Infrastruktur
 Hasil gambar untuk gambar infrastruktur kota bandung

Sampai tahun 2000 panjang jalan di kota Bandung secara keseluruhan baru mencapai 4.9 % dari total luas wilayahnya dengan posisi idealnya mesti berada pada kisaran 15-20 %.Pembangunan jalan baru, peningkatan kapasitas jalan dan penataan kawasan mesti menjadi perhatian bagi pemerintah kota untuk menjadikan kota ini menjadi kota terkemuka. Pada 25 Juni2005, jembatan Pasupati resmi dibuka, untuk mengurangi kemacetan di pusat kota, dan menjadi landmark baru bagi kota ini. Jembatan dengan panjangnya 2.8 km ini dibangun pada kawasan lembah serta melintasi Ci Kapundung dan dapat menghubungkan poros barat ke timur di wilayah utara kota Bandung.
Kota Bandung berjarak sekitar 180 km dari Jakarta, saat ini dapat dicapai melalui jalan Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) dengan waktu tempuh antara 1.5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol ini merupakan pengembangan dari jalan Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi), yang sudah dibangun sebelumnya.

Angkutan Kota dan Bus Kota


Untuk transportasi di dalam kota, masyarakat Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot. Selain itu, bus kota dan taksi juga menjadi alat transportasi di kota ini. Sedangkan sebagai terminal bus antarkota dan provinsi di kota ini adalah terminal Leuwipanjang untuk rute barat dan terminal Cicaheum untuk rute timur.
Pada 24 September 2009, TMB (Trans Metro Bandung) resmi beroperasi, walaupun sempat diprotes oleh sopir angkot setempat. TMB ini merupakan proyek patungan antara pemerintah kota Bandung dengan Perum II DAMRI Bandung dalam memberikan layanan transportasi massal dengan harga murah, fasilitas dan kenyamanan yang terjamin serta tepat waktu ke tujuan.

Pesawat


Kota Bandung memiliki sebuah pelabuhan udara yang bernama Bandar Udara Husein Sastranegara untuk menghubungkan kota ini dengan beberapa kota-kota lainnya di Indonesia sepertiJakarta, Surabaya, Denpasar, Menado, Yogyakarta, Batam, Mataram, Makassar, Palembang, Pangkalpinang, Semarang, dan Medan. Sedangkan untuk rute luar negeri diantaranya Malaysia,Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam.

Kereta Api
 Hasil gambar untuk gambar kereta api kota bandung

Kota Bandung juga mempunyai stasiun kereta api yang setiap harinya melayani rute dari dan ke Jakarta, ataupun Semarang, Surabaya dan Yogyakarta, yaitu Stasiun Bandung untuk kelas bisnis dan eksekutif. Sedangkan Stasiun Kiaracondong melayani rute yang sama (kecuali Jakarta) untuk kelas ekonomi.
Selain 2 buah stasiun tersebut, terdapat 5 stasiun KA lain yang merupakan stasiun khusus peti kemas, yakni Gedebage, Cimindi, Andir, Ciroyom dan Cikudapateuh.

PELAYANAN PUBLIK
Pada tahun 2008, pemerintah merencanakan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage, namun sempat diprotes warga setempat. Dan baru pada tahun 2010 wacana pembangunan PLTSa ini kembali digulirkan, dimana tendernya akan dilakukan pada November 2010 dan proyek ini akan dimulai pada awal 2011 dan diperkirakan selesai pada akhir 2012.
Sementara untuk melayani kebutuhan akan air bersih, pemerintah kota melalui PDAM kota Bandung saat ini baru mampu memasok air untuk 66 % dari total jumlah penduduknya. Hal ini terjadi karena semakin berkurangnya debit air baku, baik sumber air dalam tanah maupun mata air. Sementara itu penggunaan sumber air dalam tanah di kota ini sudah memainkan penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum sejak dimulai pembangunan kota ini di akhir abad ke-19, namun seiring dengan perkembangan kota terutama berkembangnya industri serta ditambah kurangnya regulasi dalam konservasi sumber air sehingga menjadikan masalah air minum semakin rumit dan perlu penangganan khusus.
Saat ini sebagian besar sumur artesis milik PDAM, tidak lagi berfungsi termasuk andalan utama pasokan air baku dari Sungai Cisangkuy yang berasal dari Sungai Cilaki melalui Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca. Selain itu pendistribusian air pada masyarakat kadangkala dilakukan secara bergilir dan juga air yang didistribusikan kotor dan keruh pada jam-jam tertentu.

PEREKONOMIAN
Pada awalnya kota Bandung sekitarnya secara tradisional merupakan kawasan pertanian, namun seiring dengan laju urbanisasi menjadikan lahan pertanian menjadi kawasan perumahan serta kemudian berkembang menjadi kawasan industri dan bisnis, sesuai dengan transformasi ekonomi kota umumnya. Sektor perdagangan dan jasa saat ini memainkan peranan penting akan pertumbuhan ekonomi kota ini disamping terus berkembangnya sektor industri. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) 2006, 35.92 % dari total angkatan kerja penduduk kota ini terserap pada sektor perdagangan, 28.16 % pada sektor jasa dan 15.92 % pada sektor industri. Sedangkan sektor pertanian hanya menyerap 0.82 %, sementara sisa 19.18 % pada sektor angkutan, bangunan, keuangan dan lainnnya.
Pada triwulan I 2010, kota Bandung dan sebagian besar kota lain di Jawa Barat mengalami kenaikan laju inflasi tahunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sebagai faktor pendorong inflasi dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter, yang berupa interaksi permintaan-penawaran serta ekspektasi inflasi masyarakat. Walaupun secara keseluruhan laju inflasi pada kota Bandung masih relatif terkendali. Hal ini terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok sandang, yaitu penurunan harga emas perhiasan. Sebaliknya, inflasi Kota Bandung mengalami tekanan yang berasal dari kelompok transportasi, yang dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang dipengaruhi oleh harga minyak bumi di pasar internasional.
Sementara itu yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandung masih didominasi dari penerimaan hasil pajak daerah dan retribusi daerah, sedangkan dari hasil perusahaan milik daerah atau hasil pengelolaan kekayaan daerah masih belum sesuai dengan realisasi.
Kelompok Triwulan II 2009 Triwulan III 2009 Triwulan IV 2009 Triwulan I 2010
Bahan makanan 5.30 4.35 4.02 3.96
Makanan jadi 5.93 6.21 5.85 5.39
Perumahan 2.62 0.11 1.74 1.97
Sandang 3.80 3.77 5.09 -1.74
Kesehatan 5.52 5.40 5.32 2.20
Pendidikan 6.88 7.55 3.31 3.71
Transporstasi -9.11 -8.64 -5.98 1.09
Total 2.17 1.53 2.11 2.86

Inflasi tahunan kota Bandung
Pariwisata dan Budaya
Sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda, diantaranya Gedung Sate sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat, Gedung Pakuan yang sekarang menjadi tempat tinggal resmi gubernur provinsi Jawa Barat, Gedung Dwi Warna atau Indische Pensioenfonds sekarang digunakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk Kantor Wilayah XII Ditjen Pembendaharaan Bandung, Villa Isola sekarang digunakan Universitas Pendidikan Indonesia, Stasiun Hall atau Stasiun Bandung dan Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung.
Kota Bandung juga memiliki beberapa ruang publik seni seperti museum, gedung pertunjukan dan galeri diantaranya Gedung Merdeka, tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955, Museum Sri Baduga, yang didirikan pada tahun 1974 dengan menggunakan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega, Museum Geologi Bandung, Museum Wangsit Mandala Siliwangi, Museum Barli, Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Gedung Indonesia Menggugat dahulunya menjadi tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda, Taman Budaya Jawa Barat (TBJB) dan Rumentang Siang.
Kota ini memiliki beberapa kawasan yang menjadi taman kota, selain berfungsi sebagai paru-paru kota juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat di kota ini. Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat diminati oleh masyarakat terutama pada saat hari minggu maupun libur sekolah, kebun binatang ini diresmikan pada tahun 1933 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda dan sekarang dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari. Selain itu beberapa kawasan wisata lain termasuk pusat perbelanjaan maupun factory outlet juga tersebar di kota ini diantaranya, di kawasan Jalan Braga, kawasan Cihampelas, Cibaduyut dengan pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya. Puluhan pusat perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung, beberapa di antaranya Istana Plaza Bandung, Bandung Indah Plaza, Paris Van Java Mall, Cihampelas Walk, Trans Studio Mall, Bandung Trade Center, Plaza Parahyangan, Balubur Town Square, Dago Plaza dan Metro Trade Centre. Terdapat juga pusat rekreasi modern dengan berbagai wahana seperti Trans Studio Resort Bandung yang terletak pada lokasi yang sama dengan Trans Studio Mall.
Sementara beberapa kawasan pasar tradisional yang cukup terkenal di kota ini diantaranya Pasar Baru, Pasar Gedebage dan Pasar Andir. Potensi kuliner khususnya tutug oncom, serabi, pepes, dan colenak juga terus berkembang di kota ini. Selain itu Cireng juga telah menjadi sajian makanan khas Bandung, sementara Peuyeum sejenis tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi, secara luas juga dikenal oleh masyarakat di pulau Jawa.
Kota Bandung dikenal juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam memperingati beberapa peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen Perjuangan Jawa Barat, Monumen Bandung Lautan Api, Monumen Penjara Banceuy, Monumen Kereta Api dan Taman Makam Pahlawan Cikutra

Olahraga
 Hasil gambar untuk gambar olah raga kota bandung

Masyarakat kota Bandung dan sekitarnya merupakan pengemar fanatik atau dikenal dengan istilah bobotoh untuk Persib Bandung, yaitu sebuah klub sepak bola yang bermain di kompetisi Liga Super Indonesia yang berdiri sejak tahun 1933, klub ini menggunakan Stadion Siliwangi namun pada musim kompetisi LSI 2009-2010 Stadion Si Jalak Harupat juga digunakan klub ini untuk pertandingan kandang. Rencananya mulai tahun 2013 Persib Bandung menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api di kawasan Bandung Timur sebagai markas dan tempat untuk laga kandang, Selain itu di kota ini terdapat juga beberapa klub sepak bola lain yang bermain di Liga Super Indonesia yaitu Pelita Bandung Raya. Garuda Speedy Bandung merupakan sebuah klub basket yang bermarkas di kota ini dan bermain pada kompetisi NBL Indonesia.

Radio


Kota Bandung juga memiliki beberapa terdiri dari 79-stasiun radio bersiaran lokal seperti:
Frekuensi Signal Nama Stasiun
540-KHz
AM
Radio Programma 4 RRI
702-KHz
Radio Bravo Medika
810-KHz
Radio Kandaga
828-KHz
Radio Kharisma
840-KHz
Radio Programma 3 RRI
918-KHz
Radio Debora
930-KHz
Radio Programma 2 RRI
936-KHz
Radio Budaya Sari
1116-KHz
Radio Barani
1170-KHz
Radio Dios
1215-KHz
Radio Programma 1 RRI
1224-KHz
Radio Sonata
1277-KHz
Radio Trios
1314-KHz
Radio Mutiara
1458-KHz
Radio Fajri
1476-KHz
Radio Rodja
87.7-MHz
FM
Radio Hard Rock Bandung
Radio Hard Rock
88.1-MHz
Radio Sonora Bandung
Radio Sonora
88.5-MHz
Radio Mora
88.9-MHz
Radio Auto
89.3-MHz
Radio Berita Bandung
Radio Elshinta News and Talk
89.7-MHz
Radio Global Bandung
Radio Global
90.1-MHz
Radio Zora
90.5-MHz
Radio Sky
90.9-MHz
Radio Lita
91.3-MHz
Radio SINDO Trijaya Bandung
Radio SINDO Trijaya
91.7-MHz
Radio CBL
92.1-MHz
Radio Mei Sheng
92.4-MHz
Radio Bisnis Bandung Radio Pas (Radio Bisnis Jakarta)
92.5-MHz
Radio Maestro
92.9-MHz
Radio Arus Rizki
93.3-MHz
Radio Walagri
93.5-MHz
Radio ROC
93.7-MHz
Radio Paramuda
94.1-MHz
Radio Q
94.4-MHz
Radio Delta Bandung Radio Delta
94.8-MHz
Radio ON
95.2-MHz
Radio Sunda
95.6-MHz
Radio B
96.0-MHz
Radio Programma 2 RRI
96.2-MHz
Radio Bobotoh
96.4-MHz
Radio Female Bandung
Radio Female
96.8-MHz
Radio Kencana
97.0-MHz
Radio Programma 1 RRI
97.2-MHz
Radio Shinta
97.6-MHz
Radio Programma 3 RRI
98.0-MHz
Radio Mayanada
98.4-MHz
Radio Prambors Bandung
Radio Prambors
98.8-MHz
Radio Raka
99.2-MHz
Radio KLCBS
99.6-MHz
Radio Dangdut Indonesia Bandung
Radio Dangdut Indonesia
100.0-MHz
Radio 19
100.1-MHz
Radio Programma 4 RRI
100.4-MHz
Radio Suara Bandung Pikiran Rakyat
100.7-MHz
Radio 911
100.8-MHz
Radio OB
100.9-MHz
Radio Candra
101.1-MHz
Radio MGT
101.5-MHz
Radio Dahlia
101.9-MHz
Radio Cosmo
102.3-MHz
Radio Rase
102.7-MHz
Radio MQ
103.1-MHz
Radio OZ
103.5-MHz
Radio Chevy
103.9-MHz
Radio Hits
104.3-MHz
Radio U
104.7-MHz
Radio Rama
105.1-MHz
I-Radio Bandung
I-Radio
105.5-MHz
Radio Garuda
105.9-MHz
Radio Ardan
106.3-MHz
Radio Urban
106.7-MHz
Radio Mara Ghita
106.9-MHz
Radio K-Lite
107.1-MHz
Radio Gitanada
107.2-MHz
Radio Mustika
107.3-MHz
Radio Rakita
107.4-MHz
Radio Alfa
107.5-MHz
Radio Raksa
107.6-MHz
Radio Suara Kemanusiaan

Surat kabar
Kota Bandung juga memiliki beberapa tediri dari 14-surat kabar yang terbit di kota ini antara lain:
Nama Jenis Jaringan Perusahaan Bahasa
Koran SINDO Edisi Jawa Barat
Nasional Koran SINDO
SINDOMedia
(melalui MNC)
Indonesia
Suara Pembaruan Edisi Jawa Barat
Suara Pembaruan
BeritaSatu Media Holdings
Republika Edisi Jawa Barat
Republika
Mahaka Media
Kompas Edisi Jawa Barat
Kompas
Kompas Gramedia
Bisnis Indonesia Edisi Jawa Barat
Bisnis Indonesia
Jurnalindo Aksara Grafika
Media Indonesia Edisi Jawa Barat
Media Indonesia
Media Group
Koran Tempo Edisi Jawa Barat
Koran Tempo
Tempo Media
The Jakarta Post Bandung Edition
The Jakarta Post
Kompas Gramedia
Inggris
Pikiran Rakyat
Lokal Pikiran Rakyat
Pikiran Rakyat
Indonesia
Galamedia
Radar Bandung
Jawa Pos
Grup Jawa Pos
Bandung Ekspres
Tribun Bandung
Kompas
Kompas Gramedia
Bisnis Bandung
Bisnis Indonesia
Jurnalindo Aksara Grafika
Televisi
Terrestrial televisi[sunting | sunting sumber]
Kota Bandung juga memiliki beberapa terdiri dari 22-stasiun televisi (10-siaran nasional & 12-siaran lokal) seperti:
Kanal Signal Frekuensi Nama Jaringan Nama Perusahaan Ternama(PT.) Pemilik Status Negara
22 479.250-MHz
UHF
SINDOtv Bandung
SINDOtv
PT. Indonesia Musik Televisi
PT. Sun Televisi Network SINDOMedia
Lokal Indonesia
24 495.250-MHz
Garuda Vision
O Channel
PT. Garuda Bintang Anggada
PT. Omni Intivision EMTEK
26 511.250-MHz
I Channel
PT. Bandung Media Visual
28 527.250-MHz
PJTV
JPMC
PT. Esa Visual Padjadjaran Televisi Grup Jawa Pos
30 543.250-MHz
NET.
PT. Net Mediatama Indonesia Grup Indika
Nasional
32 559.250-MHz
MNC News
MNC Sky Vision
Lokal
34 575.250-MHz
Kompas TV Bandung
Kompas TV
PT. Pasundan Utama Televisi
PT. Gramedia Media Nusantara Kompas Gramedia
36 591.250-MHz
B-Channel Bandung
B-Channel
PT. Metropolitan Televisindo
38 607.250-MHz
Bandung TV
Bali TV/Indonesia Network
PT. Bandung Media Televisi Indonesia Kelompok Media Bali Post
40 623.250-MHz
TVRI Nasional
TVRI
PT. Televisi Republik Indonesia Pemerintah Indonesia
Nasional
TVRI Jawa Barat
Pemeritah Jawa Barat
Lokal
42 639.250-MHz
Trans TV
PT. Televisi Transformasi Indonesia Trans Corp
Nasional
44 655.250-MHz
Trans7
PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
46 671.250-MHz
Global TV
PT. Global Informasi Bermutu MNC
48 687.250-MHz
tvOne
PT. Lativi Media Karya VIVA
50 703.250-MHz
RCTI
PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia MNC
52 719.250-MHz
SCTV
PT. Surya Citra Televisi EMTEK (SCM)
54 735.250-MHz
Indosiar
PT. Indosiar Visual Mandiri
56 751.250-MHz
Metro TV
PT. Media Televisi Indonesia Media Group
58 767.250-MHz
ANTV
PT. Cakrawala Andalas Televisi VIVA
60 783.250-MHz
MQTV
PT. Manajemen Qolbu Televisi Abdullah Gymnastiar
Lokal
62 799.250-MHz
MNCTV
PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia MNC
Nasional
Televisi berlangganan
Kota Bandung juga memiliki beberapa televisi berlangganan seperti:
• Aora TV
• Astro Nusantara (Tidak Beroperasi)
• Big TV
• Centrin TV (Tidak Beroperasi)
• First Media (dahulu Digital1 & KabelVision)
• Groovia TV/USeeTV
• Indovision/Top TV
• Max3
• Nexmedia
• OkeVision
• OrangeTV/Skynindo
• TelkomVision/YesTV
• Topas TV
• Viva SKY
Musik dan Hiburan
Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional masyarakat Sunda di kota ini dan Jawa Barat pada umumnya, alat musik ini terbuat dari bahan bambu.
Bandung banyak melahirkan penyanyi dan grup musik besar di tanah air. Sejumlah grup musik besar yang dibentuk di Bandung antara lain Noah, The Titans, Setia Band, SM*SH, Burgerkill,Putri Penelope, Ungu, Rida Sita Dewi, Cokelat, Pas Band, Mocca dan The Changcuters. Penyanyi dari Bandung antara lain: Nazril Irham, Meistika Senichaksana, Donita, Anisa Rahma, Lala Karmela, Irene Justine, Tamara Bleszynski, Salman Aditya, Sammy Simorangkir, Sherina Munaf, Nita Thalia, Meriam Bellina, Shinta Dewi, Ruth Sahanaya, Nuri Maulida, Dewi Lestari, Novia Kolopaking, Nicky Astria dan Nike Ardilla.

Kuliner
 
Hasil gambar untuk gambar makan khas  kota bandung


• Batagor (Baso Tahu Goreng)
• Baso Tahu
• Brownies Amanda
• Surabi
• Peuyeum
• Cendol
• Surabi
• Oncom
• Peuyeum Bandung
• Colenak
• Cireng
• Karedok
• Ambokueh
• Lotek
• Bandrek
• Bajigur
• Ketan Bakar
• Peuyeum Ketan
• Bandros
• Bala-bala (bakwan)
• BusKud
• Gehu (toge tahu)
• De Risol
• Comro (Oncom di Jero)
• Misro (Amis di Jero)
• Cireng (aci di goreng)
• Cimol (aci di gemol)
• Cilok (aci di colok)
• Cilung (aci di gulung)
• Gorolong Lamot
• Surandil
• Candil
• Endog-endogan
• Galendo
• Es Goyobod
• Seblak
• Tahu Gejrot







source : https://nayusyide18.wordpress.com/2014/03/03/deskripsi-bandung/
 https://www.tripzilla.id/makanan-khas-bandung/6944

https://infobandung.co.id/destinasi-taman-tematik-di-kota-bandung-bagian-kedua/sejumlah-warga-memanfaatkan-sarana-olahraga-di-taman-fitness-bandung-jawa-barat-kamis-412/
http://www.bandungview.info/2012/01/jadwal-kereta-api-dari-dan-ke-bandung.htmlhttp://www.tribunnews.com/regional/2014/12/24/penumpang-melalui-banadra-husein-sastranegara-capai-10000-orang-per-harihttp://rsudkotabandung.web.id/
https://www.liburankebandung.com/tentang-kota-bandung/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SkinyFabs

Lyric Musik Something Just Like This - The chainsmokers & Coldplay

Penemuan Internet Sejarah dan Latar Belakang Internet