Bigrafi TULUS
TULUS
"Saya ingin jadi bagian sejarah baik musik di Indonesia dan di dunia"
50 Penghargaan baik di bidang musik dan sinematografi,
telah TULUS dapatkan di 7 tahun perjalanan musiknya. Pada tahun 2017
lalu, 5 piala AMI Awards dari album Monokrom berhasil diraihnya. TULUS
juga sempat didaulat untuk memimpin menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’
pada upacara pembukaan Asian Games ke-18 yang digelar di Gelora Bung
Karno, Jakarta.
Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, TULUS menyandang gelar sarjana di bidang arsitektur dengan kecintaan yang tidak ada habisnya terhadap musik. Tidak hanya membatasi diri di bidang musik, TULUS, melakukan kolaborasi dengan berbagai macam profesi di luar industri musik, diantaranya, illustrator, desainer grafis, art performer, videographer, dan fotografer. Nama seperti Davy Linggar, Melati Suryodharmo, Papermoon Puppet Theatre, dan Kendra Paramita adalah 4 diantara banyak nama lain yang penah berkolaborasi dengan TULUS.
Berkarya mengusung bendera independensi, TULUS berkarya dibawah naungan TulusCompany, perusahaan yang dia bangun bersama Kakak Kandungnya, Riri Muktamar. TulusCompany selaku label rekaman dan manajemen artis telah merilis 3 kantung album musik untuk TULUS. Semua karya musik yang ada dalam ketiga kantung album musik tersebut adalah hasil karya cipta TULUS.
Sampai saat ini, lagu-lagu TULUS telah didengarkan sebanyak 97,01 juta kali lewat layanan digital streaming, Spotify. TULUS juga menjadi musisi Indonesia pertama yang berhasil meraih 1 juta pelanggan di layanan digital streaming, Spotify. Memiliki 425.668 pelanggan di kanal Youtube MusikTulus, seluruh video TULUS telah disaksikan sebanyak 224.098.506 kali.
Indonesia, menjadi rumah di setiap karya musik TULUS, namun tidak hanya berhenti mempublikasikan karya musik di “rumah”nya saja, terhitung 2015, TULUS telah berekspansi ke Jepang. Langkah awal ekspansi TULUS di Jepang, dimulai dengan merilis lagu berbahasa Jepang ciptaan TULUS untuk pertama kalinya yang berjudul “Kutsu”. “Kutsu” adalah gubahan lagu “Sepatu” dalam versi Bahasa Jepang. Di tahun ketiga perjalanan musik di Jepang, TULUS didaulat sebagai Duta Besar 60 tahun Persahabatan Indonesia – Jepang.
Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, TULUS menyandang gelar sarjana di bidang arsitektur dengan kecintaan yang tidak ada habisnya terhadap musik. Tidak hanya membatasi diri di bidang musik, TULUS, melakukan kolaborasi dengan berbagai macam profesi di luar industri musik, diantaranya, illustrator, desainer grafis, art performer, videographer, dan fotografer. Nama seperti Davy Linggar, Melati Suryodharmo, Papermoon Puppet Theatre, dan Kendra Paramita adalah 4 diantara banyak nama lain yang penah berkolaborasi dengan TULUS.
Berkarya mengusung bendera independensi, TULUS berkarya dibawah naungan TulusCompany, perusahaan yang dia bangun bersama Kakak Kandungnya, Riri Muktamar. TulusCompany selaku label rekaman dan manajemen artis telah merilis 3 kantung album musik untuk TULUS. Semua karya musik yang ada dalam ketiga kantung album musik tersebut adalah hasil karya cipta TULUS.
Sampai saat ini, lagu-lagu TULUS telah didengarkan sebanyak 97,01 juta kali lewat layanan digital streaming, Spotify. TULUS juga menjadi musisi Indonesia pertama yang berhasil meraih 1 juta pelanggan di layanan digital streaming, Spotify. Memiliki 425.668 pelanggan di kanal Youtube MusikTulus, seluruh video TULUS telah disaksikan sebanyak 224.098.506 kali.
Indonesia, menjadi rumah di setiap karya musik TULUS, namun tidak hanya berhenti mempublikasikan karya musik di “rumah”nya saja, terhitung 2015, TULUS telah berekspansi ke Jepang. Langkah awal ekspansi TULUS di Jepang, dimulai dengan merilis lagu berbahasa Jepang ciptaan TULUS untuk pertama kalinya yang berjudul “Kutsu”. “Kutsu” adalah gubahan lagu “Sepatu” dalam versi Bahasa Jepang. Di tahun ketiga perjalanan musik di Jepang, TULUS didaulat sebagai Duta Besar 60 tahun Persahabatan Indonesia – Jepang.
Setelah Jepang, TulusCompany memulai
kembali langkah ekspansi pendengar ke negara tetangga, Malaysia. Langkah
awal di negara ini dimulai dengan diluncurkannya secara resmi Album
Monokrom dan juga menggandeng Shiraz Project sebagai representatif dari
TulusCompany.
Tidak hanya negara Jepang, dan Malaysia,
tapi negara Singapura, dan juga Brunei Darrusalam akan menjadi tujuan
ekspansi pendengar karya musik TULUS selanjutnya.
“6 video musik untuk kedua kantung album musik TULUS sudah diproduksi berdasarkan konsep & ide dari TULUS.”
TULUS x Album Gajah
Pada akhir tahun 2013, TULUS akhirnya
menyelesaikan proses rekaman untuk kantung album kedua-nya. Setelah
hampir dua tahun menjelajahi industri musik Indonesia, TULUS memilih
untuk kembali memperkenalkan karya musiknya yang terbaru pada awal tahun
2014. 30.000 keping kantung album TULUS-Gajah diproduksi kurang dari 15
hari setelah album tersebut dirilis. Album TULUS-Gajah juga merupakan
satu-satunya album musik yang berbahasa Indonesia yang masuk ke dalam
Top 10 album musik yang best-selling di iTunes Asia.
Judul dari album ini, yaitu Gajah,
dipilih berdasarkan sejarah masa kecil dari TULUS sendiri. Temannya
memanggil Ia dengan sebutan ‘Gajah’ sebagai sebuah nama panggilan. Gajah
juga merupakan judul dari salah satu lagu yang ada di dalam album ini.
Melalui kantung album kedua-nya, TULUS berharap Ia dapat membagikan
berbagai macam cerita kepada pendengarnya. Cerita-cerita yang dikemas
dengan indah dalam eksplorasi instrumental yang baru, yang disampaikan
secara elegan dengan vokalnya yang mempesona.
Lagu-lagu seperti Tanggal Merah, Satu
hari di Bulan Juni, Bumerang, Gajah dan beberapa lainnya merupakan
karya-karyanya yang dapat anda temukan di dalam album kedua ini.
TULUS dan Video-video Musiknya
Tujuh video musik untuk kedua kantung
album TULUS telah dirilis melalui kanal YouTube miliknya. TULUS juga
aktif berpartisipasi dalam proses produksi dan pembuatan konsepnya.
“Sewindu”, “Baru”, “Gajah”, “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, “Pamit”,
“Ruang Sendiri”, dan “Monokrom” merupakan video-video musik yang dibuat
berdasarkan konsep dan ide-ide dari TULUS.
Pada musik video “Teman Hidup” dan
“Sepatu”, TULUS bertindak sebagai seorang sutradara, dengan teman-teman
dekatnya dalam sebuah tim kecil. Proses pengambilan gambar musik video
untuk Sepatu dilakukan di Hamburg, Jerman dan musik video untuk “Baru”
dilakukan di Tokyo, Jepang. Sedangkan pengambilan gambar untuk musik
video TULUS “Pamit”, dilakukan di Praha, Republik Ceko.
Setelah “Pamit”, TULUS kembali merilis
musik video bertajuk “Ruang Sendiri”. Musik video ini adalah hasil
kerjasama antara seniman performance Melati Suryodarmo dan senias muda Indonesia, Embara Films.
Pada November 2016, TULUS merilis musik
video ketiga dari album ketiganya bertajuk “Monokrom”. Video ini
mewakili tema besar dari album MONOKROM, yaitu sebuah perwujudan
selebrasi kehidupan.
Di awal bulan September 2018, TULUS
merilis video musik dari lagu terbarunya yang berjudul “Labirin”. Video
ini menceritakan bagaimana sidik jari dan daun telinga manusia,
mempunyai bentuk labirin yang berlika-liku. Serta detail mata dan
retinanya yang menyerupai susunan rasi bintang. Inilah yang menjadi
suguhan visual di video musik Labirin.
TULUS dan Penampilan-penampilannya Di Luar Negeri
Pada akhir tahun 2013, TULUS diundang
oleh Komunitas Pelajar Indonesia di Hamburg, Jerman. Ia mempersembahkan
musiknya di depan para audiens yang terdiri dari orang-orang Indonesia
dan Jerman di Friedrich-Ebert Halle of Hamburg.
Oktober 2014, TULUS menjadi salah satu
penampil yang mengisi acara malam penghargaan Anugerah Planet Muzik 2014
di Singapura dan disiarkan secara langsung di Malaysia dan Indonesia.
Ia juga membawa pulang salah satu penghargaan yaitu Best New Male Artist
APM 2015.
Pada Mei 2015, TULUS mewakili Indonesia
untuk menghadiri Festival musik berskala Asia Pasifik yang bertajuk
International Music Conference of Music Matters 2015 yang
diselenggarakan di Singapura. Selama acara berlangsung, TULUS tampil
sebanyak dua kali dalam Music Matters Festival dan juga mempersembahkan
musiknya terhadap tamu-tamu yang menghadiri Konferensi tersebut.
Beberapa bulan kemudian, pada September
2015, TULUS diundang untuk tampil di acara Soundsekerta 2015, sebuah
acara yang diselenggarakan oleh komunitas pelajar Indonesia di
Melbourne, Australia.
TULUS juga diundang untuk menghadiri
Hamazo 10th Festival di Hamamatsu, Jepang. Ia sangat menantikan momen
untuk mempersembahkan musiknya untuk pertama kalinya kepada orang-orang
Jepang pada bulan Oktober 2015 itu.
Pada akhir bulan Oktober 2015, TULUS
tampil di Macquarie University Auditorium, Sydney. Acara ini juga
diselenggarakan oleh komunitas pelajar Indonesia di Sydney, Australia.
Untuk yang kedua kalinya, TULUS kembali
diundang untuk tampil di Hamamatsu, Jepang pada bulan Mei 2016. Pada
saat itu, penampilan TULUS disaksikan oleh 15.000 orang.
Pada awal Oktober 2016, TULUS
mendapatkan kesempatan untuk tampil di mini konser perdananya di San
Francisco. TULUS Live in San Franciso menjadi tajuk dalam acara
tersebut. Diadakan di Social Hall – The Regency, TULUS menampilan 14
nomor lagu karya miliknya.
Setelah San Francisco, TULUS melanjutkan
perjalananannya di kota Hamamatsu, Jepang. Dalam kesempatan ini, TULUS
tampil sebagai pembuka di festival musik jazz berskala internasional
bertajuk International Jazz Festival in Hamamatsu.
2018 merupakan tahun dimana TULUS
mencoba menyapa pendengarnya di negeri tetangga, Malaysia. Pada Juni
2018, TULUS resmi merilis Album Monokrom. Bekerjasama dengan Shiraz
Project serta Wardah, Ia pun sempat menggelar konser mini perdananya di
sana pada pertengahan September 2018 yang digelar di Istana Budaya,
Kuala Lumpur.
TULUS x Proyek Kolaborasi
Album-album musik TULUS bukanlah
satu-satunya karya yang Ia ciptakan selama perjalanannya di dunia musik.
TULUS telah melakukan beberapa proyek kolaborasi dengan macam-macam
brand yang melibatkan kampanye-kampanye komersial.
Pada pertengahan 2014, TULUS mendapatkan kesempatan mencipatakan lagu soundtrack untuk film Indonesia yang berjudul “3 Nafas Likas”. Lekas, merupakan lagu yang Ia buat untuk menjadi soundtrack film ini.
Selama kuartal ketiga tahun 2014 hingga kuartal kedua tahun 2015, TULUS berperan sebagai brand ambassador untuk Bend The Rules International campaign,
yang diselenggarakan oleh Hawlett-Packard (HP). TULUS juga telah
merilis lagu baru yang menjadi tema sebagai bentuk dukungannya terhadap
kampanye ini.
Pada pertengahan tahun 2015, TULUS
menciptakan lagu lainnya bersama dengan RAN (grup musik Indonesia),
untuk proyek lain yang akan digunakan sebagai lagu tema oleh brand cairan pembersih mulut Internasional, Listerine.
Di penghujung tahun 2016, TULUS menulis
sebuah lagu untuk single terbaru Andien yang bertajuk ‘Belahan
Jantungku’. Karya musik ini dirilis pada masa bulan ke-9 kehamilan
Andien dan juga bertepatan di hari Ibu di tanggal 22 Desember 2016.
Tidak hanya sebagai pencipta lagu, TULUS juga memberikan kontribusinya
sebagai ko-produser dalam proses produksi karya ini.
“Gajah album has got into top 10 best selling music album in iTunes Asia.”
Album Tulus
Pada bulan September 2011, Tulus merilis kantung album musik perdana yang diberi tajuk “TULUS”. Kantung album musik ini dirilis bersamaan dengan konser pertamanya, “TULUS: An Introduction” di Auditorium Centre Culturel Francais de Bandung (CCF) yang saat ini berganti nama menjadi Institut Francais d’Indonesie (IFI).
Pada bulan September 2011, Tulus merilis kantung album musik perdana yang diberi tajuk “TULUS”. Kantung album musik ini dirilis bersamaan dengan konser pertamanya, “TULUS: An Introduction” di Auditorium Centre Culturel Francais de Bandung (CCF) yang saat ini berganti nama menjadi Institut Francais d’Indonesie (IFI).
Album “TULUS” merupakan kantung album
musik pertama Tulus yang diproduseri oleh Ari Renaldi. Cetakan
pertamanya berjumlah 1000 keping dan langsung terjual habis pada saat
konser pertama tersebut dilangsungkan.
Susunan Lagu :
1. Merdu Untukmu (Intro)
2. Teman Pesta
3. Kisah Sebentar
4. Sewindu
5. Diorama (Studio Live)
6. Tuan Nona Kesepian
7. Jatuh Cinta
8. Teman Hidup
9. Sewindu (Rhodes Version)
10. Merdu Untukmu (Outro)
Susunan Lagu :
1. Merdu Untukmu (Intro)
2. Teman Pesta
3. Kisah Sebentar
4. Sewindu
5. Diorama (Studio Live)
6. Tuan Nona Kesepian
7. Jatuh Cinta
8. Teman Hidup
9. Sewindu (Rhodes Version)
10. Merdu Untukmu (Outro)
Album Gajah
Di akhir tahun 2013, TULUS menyelesaikan rekaman album keduanya. Setelah hampir 2 tahun menelusuri / menjelajahi industri musik Indonesia, di awal tahun 2014 TULUS memilih untuk (sekali lagi) memperkenalkan karya musik terbarunya. Dalam kurun waktu 15 hari setelah album dirilis, telah diproduksi sebanyak 30.000 keping CD album TULUS-Gajah. Album TULUS-Gajah juga menjadi satu-satunya album musik berbahasa Indonesia yang menempati 10 penjualan album terbaik di iTunes Asia.
Di akhir tahun 2013, TULUS menyelesaikan rekaman album keduanya. Setelah hampir 2 tahun menelusuri / menjelajahi industri musik Indonesia, di awal tahun 2014 TULUS memilih untuk (sekali lagi) memperkenalkan karya musik terbarunya. Dalam kurun waktu 15 hari setelah album dirilis, telah diproduksi sebanyak 30.000 keping CD album TULUS-Gajah. Album TULUS-Gajah juga menjadi satu-satunya album musik berbahasa Indonesia yang menempati 10 penjualan album terbaik di iTunes Asia.
Album ini diberi tajuk Gajah berdasarkan
cerita masa kecil TULUS. Di mana teman-temannya memanggilnya dengan
sebutan Gajah. “Gajah” juga menjadi salah satu judul lagu yang terdapat
di kantung album musik ini. Melalui album kedua ini, TULUS berharap
untuk dapat berbagi banyak cerita untuk pendengarnya, cerita yang
dikemas dengan begitu indah di dalam eksplorasi instrumental yang lebih
segar, disampaikan secara elegan melalui suara yang begitu memesona.
Lagu-lagu seperti “Tanggal Merah”, “Satu
Hari di Bulan Juni”, “Bumerang”, “Gajah” dan beberapa lagu lainnya
adalah sebagian karya musik TULUS yang dapat anda temukan di dalam album
TULUS-Gajah.
Susunan Lagu :
1. Baru
2. Bumerang
3. Sepatu
4. Bunga Tidur
5. Tanggal Merah
6. Gajah
7. Lagu Untuk Matahari
8. Satu Hari Di Bulan Juni
9. Jangan Cintai Aku Apa Adanya
Susunan Lagu :
1. Baru
2. Bumerang
3. Sepatu
4. Bunga Tidur
5. Tanggal Merah
6. Gajah
7. Lagu Untuk Matahari
8. Satu Hari Di Bulan Juni
9. Jangan Cintai Aku Apa Adanya
Kutsu
Setelah menghasilkan 2 kantung album musik “TULUS” dan “Gajah”, pada 10 Oktober 2015 TULUS meluncurkan sebuah lagu berjudul “Kutsu” (セパトゥ〜くつ〜) yang berarti “Sepatu” dalam Bahasa Indonesia. Lagu tersebut dirilis resmi via iTunes Jepang.
Setelah menghasilkan 2 kantung album musik “TULUS” dan “Gajah”, pada 10 Oktober 2015 TULUS meluncurkan sebuah lagu berjudul “Kutsu” (セパトゥ〜くつ〜) yang berarti “Sepatu” dalam Bahasa Indonesia. Lagu tersebut dirilis resmi via iTunes Jepang.
Bingkai cerita yang unik lewat lagu
“Sepatu” dirasa tepat sebagai pembuka langkah perjalanan musik TULUS
berikutnya. Lagu Sepatu diterjemahkan oleh penerjemah profesional,
Hiroaki Kato yang juga seniman asal Jepang yang tinggal di Indonesia.
Album Monokrom
Kantung album ketiga dari TULUS ini, bertajuk Monokrom. TulusCompany sebagai perusahaan label rekaman, telah merilis album ini pada tanggal 3 Agustus 2016 lalu. 10 nomor lagu didalamnya, ditulis oleh TULUS dan dibantu oleh Ari Renaldi selaku produser untuk membangun aransemen musiknya.
Susunan Lagu :
1. Manusia Kuat
2. Pamit
3. Ruang Sendiri
4. Tukar Jiwa
5. Tergila-Gila
6. Cahaya
7. Langit Abu-Abu
8. Mahakarya
9. Lekas
10. Monokrom
LabirinKantung album ketiga dari TULUS ini, bertajuk Monokrom. TulusCompany sebagai perusahaan label rekaman, telah merilis album ini pada tanggal 3 Agustus 2016 lalu. 10 nomor lagu didalamnya, ditulis oleh TULUS dan dibantu oleh Ari Renaldi selaku produser untuk membangun aransemen musiknya.
Susunan Lagu :
1. Manusia Kuat
2. Pamit
3. Ruang Sendiri
4. Tukar Jiwa
5. Tergila-Gila
6. Cahaya
7. Langit Abu-Abu
8. Mahakarya
9. Lekas
10. Monokrom
Dua tahun setelah dirilisnya Album
Monokrom, pada 24 Agustus 2018, TULUS merilis lagu “Labirin”. Lagu ini
Menawarkan warna baru dari runutan karya-karya TULUS sebelumnya. Lewat
karya ini terasa bahwa TULUS terus berevolusi, berani bereksplorasi demi
karya-karya musik yang terus segar untuk pendengarnya.
“Gajah album has got into top 10 best selling music album in iTunes Asia.”
2013:
Source : https://www.situstulus.com/biografi/biografi-pencapaian/
https://www.mldspot.com/music/2016/10/10/tulus-gelar-konser-tunggal-di-san-francisco
https://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_(album)
- Rookie Of The Year – Majalah Rolling Stone Indonesia
- Lagu-lagu yang paling sering diputar selama 2013 – Ardan Radio Networks Group
- Male Singer of The Year – Indonesia Choice Awards (ICA) Netmediatama
- Male Artist of The Year – Anugerah Planet Muzik
- Best Album of The Year – Majalah HAI
- Best Song of The Year – Majalah HAI
- Best Male Singer of The Year – Majalah HAI
- Top 9 Best Album of The Year – Majalah TEMPO
- Best Album of The Year – Rolling Stone Indonesia
- The Shinning Star of 2014 – Bintang Indonesia
- Video Klip ter-Dahsyat – Dahsyat Awards RCTI Indonesia
- Best Musician of The Year – Java Jazz Festival
- Penyanyi Pop Pria Terbaik – AMI Awards Indonesia
- Penulis Lagu Pop Terbaik – AMI Awards Indonesia
- Album Pop Terbaik – AMI Awards Indonesia
- Produksi Musik Best of The Best – AMI Awards Indonesia
- Album Best of The Best – AMI Awards Indonesia
- The Best Collaboration (Song) (Lagu Kolaborasi Terbaik) – Anugerah Planet Muzik Asia Tenggara
- Male Singer of The Year – HAI Readers Poll Award
- Top 10 Song Path 2015 untuk “1000 Tahun Lamanya”
- The Most Popular Artist (Artis Terpopuler) – Anugerah Planet Muzik Asia Tenggara
- The Most Popular Song (Lagu Terpopuler) – Anugerah Planet Muzik Asia Tenggara
- Video Klip ter-Dahsyat untuk “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”– Dahsyat Awards 2016
- Male Singer of The Year – Indonesia Choice Awards (ICA) Netmedia
- Penyanyi Pop Pria Terbaik – AMI Awards Indonesia
- Male Singer “Prominent Figure with Positive Sentiment in Social Media”, Social Media Awards Majalah Marketing
- Top Male Artist 2016 – Spotify Indonesia
- Video Klip Terpilih untuk “Ruang Sendiri” – Piala Maya 2016
- Peringkat 10 Album Musik Terbaik 2016 – Rolling Stone Indonesia
- Karya Produksi Terbaik – AMI Awards Indonesia
- Pencipta Lagu Pop Terbaik (TULUS & Ari Renaldi) – AMI Awards Indonesia
- Grup/Kolaborasi Soul/R&B/Urban Terbaik (RAN Feat TULUS – Para Pemenang) – AMI Awards Indonesia
- OZclusive Ter-Friendly di OZ Radio Bandung Friendly Music Award 2017
- “Pamit” sebagai Lagu Ter-Friendly di OZ Radio Bandung Friendly Music Award 2017
- Favorite Male Singer di JawaPos.com Reader Choice
- Penyanyi Favorit di Indonesia Kids Choice Awards 2017 Global TV
- Male Singer of The Year– Indonesia Choice Awards (ICA) Netmedia
- Album “Monokrom” sebagai Album of The Year– Indonesia Choice Awards (ICA) Netmedia
- Video Musik “Monokrom” sebagai Music Video of The Year– Indonesia Choice Awards (ICA) Netmedia
- Video Musik “Manusia Kuat” sebagai Best Pop Music Video – Cornetto Pop Awards
- Favorite Pop Male Singer di Cornetto Pop Awards
- “Monokrom” sebagai Album Terbaik – Terbaik di AMI Awards 2017
- Lagu “Monokrom” sebagai Karya Produksi Terbaik-Terbaik di AMI Awards 2017
- Produser Album Rekaman Terbaik di AMI Awards 2017
- Artis Pria Soul/R&B/Urban Terbaik di AMI Awards 2017
- “Monokrom” sebagai Album Soul/R&B/Urban Terbaik di AMI Awards 2017
- Tim Produksi Suara Terbaik di AMI Awards 2017 untuk “Monokrom”
- Video Klip Terpilih untuk “Manusia Kuat” – Piala Maya 2017
- Penyanyi Solo Pria Paling Ngetop di SCTV Music Awards 2017
- Lagu “Ruang Sendiri” sebagai Song of The Year– Indonesia Choice Awards (ICA) Netmedia
- Solo Pria Terdahsyat untuk TULUS – Dahsyat Awards 2018
- Video Klip Terdahsyat untuk “Tukar Jiwa” – Dahsyat Awards 2018
- Lagu Terdahsyat untuk “Monokrom” – Dahsyat Awards 2018
- Video Musik “Manusia Kuat” sebagai Music Video of The Year– Indonesia Choice Awards (ICA) Netmedia
- Video Klip Terdahsyat 2018 – Manusia Kuat
- Bukalapak Game Changer Award 2019 Bidang Musik
Source : https://www.situstulus.com/biografi/biografi-pencapaian/
https://www.mldspot.com/music/2016/10/10/tulus-gelar-konser-tunggal-di-san-francisco
https://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_(album)
Komentar
Posting Komentar